
Adalah dewi Kunti yang tak sabar menunggu takdir dalam membaca mantra ajaib pemberian resi Durwanta, maka tiba-tiba mak bedunduk dihadapannya telah terhidang laki-laki gagah bercahaya berpendaran, ganteng melebihi selebriti.
Dewa Surya, itu jawaban yang didapatnya ketika ditanya siapa, lalu disampaikannya keisengan membaca mantranya kepada sang lelaki itu.
” Sudah sana kembali kekahyangan aja, wong aku tadi cuma keceplosan baca mantra kok, lagian saya kan masih teenager, belum saatnya ihik..hik ”
” Enak aja, elo dah panggil-panggil, main usir aja..gak bisa “, kira2 si Kunti ini pakai axe, kayak iklan di tipi yang membuat bidadara lupa diri.
” Lantas apa dong maunya ?” selanjutnya saya ngeri mengetiknya, hahaha…..
*********
Lalu hamillah Dewi Kunti, tak seperti kebanyakan orang kehamilannya begitu cepat berkembang sehingga saat itu juga saatnya melahirkan, oleh selingkuhannya yang sakti itu bayinya dilahirkan lewat telinga, oleh karenanya sang jabang bayi cemerlang itu diberi nama Karna dalam bahasa sanskerta berarti telinga, dan Kunti masih tetap perawan suci.
**********
Kisanak fenomena kelahiran tidak lewat jalan yang semestinya itu sekarang jadi kenyataan, kemaren dulu saya bezuk saudara yang melahirkan lewat jalur alternatif ini, lebih simpel dan tidak sakit namanya cesar, seperti Dewi Kunti dahulu.
Sebetulnya yang menakutkan saya sekarang (mungkin tidak nanti dijamannya) adalah perkembangan ilmu. Saat sekarang ini sudah jamak mempertemukan sel telur dan sperma tidak pada semestinya, dan dinegara Barat sana katanya juga sudah ada yang hanya ingin hamil dan melahirkan, karena menganggap mempunyai suami cuma merepotkan, yang begini ini akan merepotkan nasapnya, karena ibunya menjadi 2, ibu telur dan ibu kandung, atau ibunya 1 tapi tak berayah…weleh..weleh.
satu lagi yang saya ’sekarang’, ngeri memikirkannya, yakni tidak menutup kemungkinan kebebasan berpikir orang menjadikan rekayasa genetika dengan mereka-reka mengawinkan mamooth dengan manusia misalnya, kebebasan berpikir juga bisa menyebabkan apapun yang mencoba memagari perkembangan ilmu adalah musuh, hatta agama sekalipun.
Mau saya sih, ilmu itu untuk merekayasa semangka tak berbiji atau, padi yang tahan hama, besar-besar, enak dan cepat panen, gitu kisanak !!!
aneh aneh
_____________________________________________________________
selamat hari minggu
ajah saja adalah pekerdja di seboeah pabrik goela di kota kami, beliaoe sekolah hanja sampai kelas 3 SR, itoe sebabnya beliaoe di pekerdjakan di bahagian keboen sadja ataoe orang menjeboet bahagian TANEMAN. Meski demikian setahoen sekali pabrik tempat beliaoe bekerdja mengadakan picnic, Waktoe itoe saja tidak pernah berpikir bahwa picnic itoe boetoeh biaja, jang ada hanja soeka, kerena besok naik bis picnic, biasanja emak malamnja memboeat arem-arem yakni nasi yang didalamnja di isi kering tempe kemoedian di tanak.
Liboeran kemaren, saja sekeloearga djoega maoenja liboeran, moempoeng anak-anak pada liboer, sekalian menengok neneknja anak2, Dengan mobil sendiri ( kondisi saja soedah barang tentoe lebih makmoer dibanding ajah jang hanja bahagian tanaman, istri saja joega soedah tidak perloe lagi bangoen malam oentoek memboeat arem-arem seperti emak dahoeloe), ini sadja memboetoehkan biaja.
Analisa saja ketika itoe bapak menjisihkan sebagian oeangnya, ditaboeng oentoek itoe, didalam boekoenja edy zaqius tentang ‘orang gadjian bisa kaya’, oentoek para kisanak seperti saja yang gadjian agar bisa picnic lajaknja pengoesaha, maksoednja picnic-nja bener2 re-freshing, (soedah) gak mikir biaja, tiket, makan, penginapan ataoe bajar oetang (jang ini lebih parah kalaoe picnic-nja pakai doewit dari ngoetang), maka perloe memenedjemeni gadji. Kalaoe di boekoenja si edy ini ada formoela yg diandjoerkannja jaitoe formoela 1234.
Koenci keberhasilannja menoeroet saja adalah istiqomah, adjek. Maksoed formoela ini, gadji moesti dialokasi berdasarkan 1, artinja 10 % oentoek amal ( kalaoe didalam agama 2,5 % ), 2 artinja 20 % oentoek hobi, rekreasi dan pengembangan diri, 3 artinja 30 % oentoek ditaboeng dan terakhir 4 artinja 40 % oentoek keboetoehan hidoep roetin.
Bagi saja angka tidaklah penting, jang paling penting adalah komitmen, seoempama alokasi oentoek rekreasi soedah habis ja djangan dipaksakan mengambil alokasi lainnja, rekreasinja ditoenda.
Masih didalam boekoe itoe, komentar orang jang soedah menjalankannja katanja berat, teroetama diawalnja. Saja sendiri tidak ( beloem ?) menjalankannja, namoen konsep membaginja dan menaboengnya soedah, bahkan karenanja bisa picnic bahkan keloear poelaoe bersama teman-teman pabrik.
Satoe lagi jang moengkin mampoe kita menedjemeni sehingga tak banjak boetoeh biaja adalah djenis kegiatan, berkemah misalnja, sehingga bisa mengoerangi biaja penginapan, keloearga kami soedah beberapa kali melakoekannja dari moelai coema 10 tenda sampai terbanjak 65 tenda, tentoe bersama sama dengan teman pabrik, pernah joega jang melakoekannja dengan tetangga RT, terserah komoenitasnja jang penting HAPPJ
T.E.M.P.A.T ?

tak boetoeh biaja nginap

biasanja camping grooend dipilih dekat air (bersih)
Kebetoelan tempat tinggal kami di Jawa Timoer, camping grooend jang pernah kami kemah didalamnja semisal daerah wisata pegoenoengan Pacet, Taman Dayoe, Coban Rondo, sekitar air terdjoen Dloendoeng, Trawas ataoe kalaoe maoe berkemah di pantai djoega tak kalah asjik-nja, kemaren saja lihat anak3 moeda jang berkemah ria di pantai selatan daerah Wonosari, selatan Jogja, joega nampak happj, njanji-njanji, tertawa-tawa sampai ngakak-ngakak…..
Nah kisanak jang soeka kepantai, di sekitaran Wonosari-Jogja, ternjata joega banjak pantai jang indah-indah, jang saja baroe tahoe liboeran kemaren. Oentoek kisanak jang poenja daerah ndak oesah marah, ketidak tahoean saja boekan karena gak sohornja daerah kisanak, tapi lebih kepada ke-koeper-an saja kok…hahaha.
Ini saja bagikan gambar jang bisa saja potret .

menggioerkan toek berendam

pasir (masih) bersih-nja

bersama pakdhe-boedhe nya
oh ja, pengalaman saja menaboeng pernah saja lakoekan, boetoeh waktoe sekitar 4 tahoen oentoek ke lombok dengan kapal moeloek…hahaha
Selamat menaboeng toek berpicnic
Mak, hari ini katanya hari ibu, bagi saya pasti yang dimaksud mereka adalah hari emak
Seperti yang lain, saya juga ingin emak punya hari istimewa.
Dalam bahasa air susu yang mengalirkan harapan2mu saat kau berkidung
Sungguh mak aku tahu itu. Meski sekarang tak kudengar lagi
Disaat semua orang memperingati hari ibu, saya jadi kangen.
Kalau boleh mengulangi, berkidunglah lagi mak, tapi berkidunglah agar anakmu ini menjadi sekedar BOCAH ANGON, YANG MAMPU MEMBERSIHKAN DAN MENAMBAL PAKAIAN (agamanya), UNTUK KELAK KEMBALI KEPADANYA
Mak, aku rindu kidung yang engkau dendangkan, katamu itu ajaran njeng sunan,
Lir ilir lir ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh temanten anyar 2x
Bocah angon cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekno
kanggo mbasuh dodotiro 2x
Dodotiro dodotiro kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jrumatono
kanggo sebo mengko sore 2x
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun surako surak hiyo..
Kemaren tanggal 25 november ternyata hari guru, itupun saya tahu setelah membuka account FB saya, seperti kisanak yang lain kan ? ah ngaku saja ha..ha..ha
Bahwa kita sering atau bahkan terlalu sering melupakan sesuatu yang membuat kita ‘seperti hari‘ ini semisal orang tua, orang tua asuh, tetangga, dan lain lain orang yang sangat berjasa pada perjalanna hidup kita termasuk guru-guru kita, adalah hal biasa, sambil mengelus dada mari ucapkan astagfirullah ha..ha..ha.
………….
Untuk kisanak yang hidup dikampung atau setidaknya pernah hidup dikampung, pasti kisanak pernah merasakan kasih sayang dari para guru kita, kasih sayang yang sebenarnya karena keluar dari rasa pengabdiannya sebagai seorang guru kalau ada kisanak yang akan membagi pengalamannya dikota disilahkan.
………….
Kakak saya yang nomor satu, adalah guru SD di kampung kami, sekarang sudah pensiun, sepuluh tahun yang lalu, dia pernah bercerita, begini :
Cerita 1,
Ditempat dia mengajar, ada murid yang pandai matematika, oleh karenanya oleh dia dan sejawatnya di daftarkan untuk ikut olimpiade, kalau dulu namanya lomba. Pada tingkat kabupaten anak ini juara. Para gurunya pada gembira, namun tidak untuk sianak.
Besoknya ketika upacara diumumkan, bahwa SD kita berprestasi, si Anu jadi juara untuk ikut lomba matematika di Propinsi. Dikelas sudah pada ramai membicarakannya, namun sekali lagi tidak untuk si Anu yang pandai itu, dia cuma duduk, tak tergambar keriangan sedikitpun, bahkan matanya berkaca-kaca.
Besoknya lagi si anak ini menghadap kakak saya, gurunya
” Buk, saya ndak mau ikut ke propinsi ”
” Kenapa ? “, yang ditanya tak menjawab malah menangis
” Ya sudah, gak usah nangis “, bingung gurunya
Sorenya kakak saya mencari jawabnya, dari ayah si anak segalanya menjadi jelas.
” lha gimana Bu Guru, kemarin kambingnya nggak deberi makan seharian, saya marahi katanya disuruh ikut lomba sama Bu Guru”
” Iya Pak, mewakili sekolahan “.
Sepulang dari rumah muridnya itu, kakak saya mendatangi rumah sejawat-sejawatnya , dari sejawat-sejawatnya itu disepakati memberi uang untuk membeli rumput bagi bapaknya selama si Anu ini mengikuti lomba barang 2-3 hari.
Cerita 2.
Sudah beberapa hari ini seorang murid dari kakak saya gak masuk sekolah, tak ada ijin tak ada berita, dari mulut teman-temannya tak terdengar alasan kenapanya, oleh karenanya kakak saya mencoba mencari tahu dengan mendatangi rumahnya.
” Malu Buk, ndak punya rok “, jawabnya ketika ditanya kenapa
” Lho Rok yang kemaren kenapa ? ”
” Robek buk, kemaren saat mencari kayu bakar ”
Itu salah satu alasan ketika kami, keluarganya pulang kekampung saat lebaran, dimintanya untuk membawa pakaian bekas keponakan2nya ke dia, beberapa dari kami malah membelikannya baru ntuk mereka.
Kisanak, bagi saya GURU tetaplah pahlawan meski sekarang katanya sudah tak lagi TANPA TANDA JASA.
_______________________________________________________________
Bapak/Ibu Guru maafkan kami kalau sering melupakanmu
Tapi saya merasakan kalau ilmu yang bapak/ibu ajarkan mengalir lewat saya sebagai jariyah
SELAMAT HARI GURU
Mas NDUL, kalau kisanak ke desa Padangbandung, kec.Dukun, Kab Gresik kemudian kisanak bertanya , InsyaAllah hampir semua tahu he..he…di kampung, sepertinya semua orang paham, nama orang sekampung .
-
Satu hal yang masih saya ingat dengan ingatan saya yang pendek ini, ketika kami berbincang dan rerasan gombal tentang banyak hal di lebaran kemaren, khususnya kondisi kami, lebih khusus lagi beliau mas ndul yaitu hal program Pemerintah mengenai, istilah beliau mas ndul ‘ MENGHAPUS KEMISKINAN ‘ saya terbahak waktu itu, tapi beliau mas ndul serius…saya jadi malu.
-
Jelas beliau mas ndul, yang dimaksud menghapus kemiskinan itu tataran dilapangannya adalah dengan menaikkan BBM, TDL dan lainnya yang akan menurunkan daya beli masyarakat miskin, karena dengan kemampuan beli yang menjadi tidak mampu akhirnya secara alami akan membunuh masyarakat miskin dimaksud…ini tafsir beliau mas ndul, waktu itu saya terbahak…
-
Saya yakin, pasti bukan begitu program Pemerintah, tapi saya juga tidak menyalahkan beliau Mas Ndul, wong beliau adalah yang disasar program itu dan entah mengapa punya tafsir begitu.
-
Ah…saya tak paham.
Turun dari jamaah ashar saya mencari sandal jepit saya, ada yang menarik ketika itu, saya lihat sandal jepit selen, beda warna yang masih baru, warna hitam-putih mencolok, bertulis kiri-kanan…
Dikampung saya cuma orang gila yang berani memakai sandal begitu, selen, dulu. Sekarang, seperti temen yang pakai sandal jepit yang baru tadi serasa trendy, keren.
-
Menjelang lebaran kemarin saya mengantar anak ke pasar untuk membeli celana panjang, di toko saya melihat ada boneka pamer atau manequin yang di pakai-i jean yang bagian dengkulnya robek-robek, robek-robek sengaja wong baru kok, juga ditumpukan beberapa celana berwarna bladhus, bulak disengaja, kata pramu niaga ini yang model, keren, trendy…
35 tahun yang lalu, ketka saya SMP, saat celana saya sobek, emak mesti menjahit sobekan itu sebelum saya berangkat sekolah, kerna hanya orang gila yang berani berpakaian robek-robek…
-
Masih segar diingatan saya ketika salah satu tetangga, dulu karena kemiskinannya, mencuri kelapa, agar tak timbul suara gaduh kelapa hasil memetiknya di gendongnya disekujur tubuh, membebani, meski begitu nasibnya ‘ketahuan’, berhari-hari tak berani keluar rumah malu…
Saat ini saya dengar dan baca dibanyak media, para pejabat korupsi banyak ‘kelapa’, andai uangnya dibelikan kelapa yg dicuri tetangga, di bui dan keluar penjara masih dengan dada terbusung, diarak bagai pahlawan menuju istananya yang mewah…keren.
Dulu seperti tetangga, hanya orang gila yang tak punya malu…
-
Juga masih segar diingatan saya yang lain, saat ada tetangga kampung yang meninggal ngendhat, bunuh diri tersebab ketahuan ketika berselingkuh…malu
Sekarang saya baca dibanyak media…orang berselingkuh di filemkan sendiri, diedar di HP-HP…keren ?
Dulu seperti tetangga kampung yg lebih baik mati dari pada menanggung malu, karena hanya orang gila yang tak punya malu
-
Dulu, sekarang dan besok mungkin punya zaman tersendiri
bagi saya mesti dipandang gila, agama menjadi tongkat pemandu hidup meski digenggaman terasa bara.

Lebaran alias bakdo, identik dengan mudik, pulang kampung, sudah sering dibahas, si Suto menganggap negatif kerna mboros-mborosin bensin, kecelakaan dan nilai negatif2 lainya, berseberangan, si Noyo menganggap mudik itu positif, kerna ajang silaturahim ndedongo di pusaranya ortu atau sungkem, minta maaf kalau yang masih hidup.
Tetapi tetap saja saya seperti yang lain-lain pulang kampung…ha.ha.ha.
-
Kemaren saya berkunjung ke rumah bulik Lastri, Jandanya Paklik saya, adik emak yang no.6 saya lihat rumahnya suwung tapi kondisinya sudah lebih bagus, lantainya berkeramik dengan dinding gebyok yang sudah bersih berpelitur, namun gak seperti lebaran-lebaran lalu, kali ini ..ya itu tadi suwung.
Kabar selanjutnya, sepupu saya yang pemilik rumah ini, karena rumah telah diwariskan ke anak yg no.3, …kabarnya kembali ke Malaysia tak kerasan lama lama dikampung, entahlah padahal Dia sudah punya lapak di pasar kecamatan.
-
Dulu ketika saya masih kecil, ketika listrik belum masuk kampung, saya sering merasa takut kalau pas terjaga di malam pekat…nah rumah ini menjadi peredam, karena kalau didalamnya sudah terdengar Alu bertumbuk lesung ini berarti pagi hampir menjelang dan rasa takut saya tak perlu berlama-lama.
o.ya, bulik saya ketika itu masih jualan getuk, kalau saya ingat-ingat beliau bangun untuk ‘ndeplok’ /menumbuk ketela untuk jadi getuk sekitar jam 03.00 dini hari. Dari hasil getuk dan paklik yang bertani itulah rumah terbangun.
-
Tak berbeda dengan rumah itu, begitupun rumah ‘tinggalan’ bapak, hanya ramai kalau pas lebaran selebihnya hanya 1 kamar dekat dapur yang masih aktif, ruang lainnya seminggu sekali baru tersapu.
Ahhh….
Allahumagfirli waliwalidaiya warkhamhuma kamma robbayani soghiro, Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami dan kasihani mereka seperti mereka mengasihiku ketika kecil.
Ini TEWAS apa MENINGGAL DUNIA?, adalah sama menurut saya sebelum saya mengikuti rapat koordinasi membahas teman kami yang meninggal dunia.
Adalah Ahmad Rofig operator di unit konsentrasi bag Asam Fosfat, ketika pulang kerja pada tgl 25 Juni 2010 jam 19.00 mengalami kecelakaan lalu lintas, jatuh dari sepeda motor dan mengalami luka robek di betis kaki kirinya dalam bahasa dokternya Vulnus appertum diameter 4 cm at regio crutis sinistra bone expose - dasar luka bersih.
Diduga karena tetanus korban akhirnya meninggal dunia pada tgl 10 juli 2010
Sebetulnya yang mau saya bagikan kepada kisanak adalah timbulnya istilah pada judul diatas, karena ada jeda waktu dari terjadinya kecelakaan sampai meninggalnya korban. Hal yang tidak biasa terjadi pada kami para karyawan, sedangkan yang biasa adalah korban meninggal seketika saat kecelakaan terjadi ini yang dinamakan TEWAS, sedangkan istilah MENINGGAL DUNIA adalah apabila karyawan meninggal misalnya karena sakit, Pada kasus sdr Rofiq, menjadi rancu atau dirancukan karena ybs kecelakaan ringan dan meninggal setelah sempat kembali kerja.
Hal lain yang perlu saya bagikan pada kisanak, adalah seandainya ini masuk kategori ‘kecelakaan kerja’ yang definisinya adalah dari rumah kembali ke rumah maka begitu sulitnya persyaratan dari asuransi yang saya catat dari koordinasi intern kemarin adalah : 1/ Pergi - pulang kerja 2/ Lewat jalur yg biasa dilewati 3/ Surat Keterangan/SK dari polisi 4/ ada 2 orang saksi 5/ dan ada laporan dari perusahaan ke disnaker ….nah. Implikasinya pada santunan asuransi juga beda…jauh beda bahkan.
Dari Matriks Peningkatan Manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) maka unt yang ‘Meninggal Dunia’ itu berhak atas : Santunan Kematian sebesar Rp.10 jt, Biaya pemakaman Rp 2 jt dan santunan berkala (selama 24 bln) sebesar Rp 200 rb/bln sedangkan apabila ‘tewas’ maka berhak atas 60% X 80 bln upah ditambah santunan berkala 24 bln dan biaya pemakaman.
Ah..Semakin kental di benak saya bahwa klaim atas asuransi akan selalu begitu, sangat jauh beda dengan ketika mereka menawarkan untuk ikut asuransi…khas Indonesiakah????
Hal lain lagi yang mau saya bagikan, yang saya tangkap dari pertemuan kemaren adalah seperti adanya ganjalan dari masing2 pihak terkait yang seolah enggan mambantu untuk menyebut bahwa ini adalah ‘kecelakaan kerja’ atau setidaknya mengkaji secara fair. Betul kata bang haji Oma Irama…mencari teman tidak mudah dikala kita sedang susah.
It is story (again) about our bicycle community was held exercise on June 12-13 last week, In this event we are chose ‘coban rondo water fall area’ and of course some village arounded, malang district.
Behind our happiness, one incident i wanna share, it is about accident matter to me, important because I feel that only because God very love me, iam safe.
Reason the accident is earth steeply sloping riverbank not strong for me when I dart away, and also because the earth full covering grass… I fall downward until some ‘rumput gajah’ support me from downward heigher.
Some picture will be share, but only happiness picture, case sickness cause fall downward let only for me

happy every 3 month

happy (again)

my community
Kisanak jangan tertawa, dulu saya juga kepingin seperti kisanak kursus bahasa enggris, tapi saya tahu diri dengan kondisi kami, sekarang saya lagi kursus sama anak saya yang SMP…jadilah postingan ini.
salam malu.
Allah itu maha perkasa, hari ini saya merasakannya
-
Selemah apapun saya, kalau Allah berkehendak memperjalankan saya kemanapun Allah suka siapa yang bisa memberhentikan. Sehari ini saya diperjalankanNya ke 3 rumahNya yang bernilai sejarah tak terbayangkan oleh saya sebelumnya, saya mampu mengunjungi 3 mesjid di cairo, mesjid Amr bin ash, mesjid Al Azhar dan mesjid imam Husein…Allahu Akbar.

Masjid Amr ibn Al-ash

Pengimaman

Masjid Imam Husein, cucunda Rasulullah

makam imam Husein

Masjid Al Ashar

sudut masjid Al Ashar
1 hari 3 masjid, Ya Robb ingatkan saya kepada hamba-hambaMu yang shaleh, agar ingat kepadaMU
